Pulang

Lagi! Petrikor menyeruak khas tanah kampung halaman, satu pelukan cukup untuk melumasi otak berkarat anakmu ini. Mak, awak pulang dari perantauan.

18:12

merindu pagi gerimis
melagu nyaring para katak
biarkan aku menangis
di samping pusara bapak

telah berkarat kawat besi
tak mekar lagi mawar itu
tanpa hasrat kubuat puisi
akankah didengar maafku?

berlayarlah rakit bambu
kejar lagi tembus garuda
sayangilah orang tuamu
selagi mereka masih ada

Teruntuk: Setahun Lalu di Bulan Juni

Di antara 12 bulan dalam setahun dan/atau 365 hari dalam setahun, ada kalanya terdapat minimal satu tanggal penting yang tak bisa dan tak akan pernah terlupakan. Kamu tahu, seluruh penghuni planet bumi yang disebut manusia pasti punya tanggal penting itu. Entah apa yang membuatnya mengingat itu, mungkin tanggal kelahirannya, tanggal pernikahannya, tanggal suka maupun duka. Apa pun itu. Lanjutkan membaca “Teruntuk: Setahun Lalu di Bulan Juni”

Filosofi Tulang Rusuk

Aku mengintip dari balik celah jendela ruangan itu. Tertawa sendiri melihatmu ‘sibuk’ seperti biasa. Tak puas dengan cara begini, aku memberanikan diri membuka pintu.

“Ah, permisi.” Ucapku pelan sambil membuka pintu.

Kamu menghentikan aktivitasmu. “Oh, halo.” Sapamu sedikit canggung.

“Sedang apa?” aku pura-pura tertarik dengan yang dilakukanmu. Lanjutkan membaca “Filosofi Tulang Rusuk”

02:49

Mungkin;
sebab
yang bening tak lagi mata
yang hening tak lagi suara

ia bersajak
untuk menyentuh segalamu yang jauh